
Palembang Independen – Bandar Laut Dunia (BALAD) Grup, perusahaan perikanan terkemuka di Indonesia, mengumumkan ekspansi bisnisnya ke sektor perikanan tangkap. Langkah ini diambil untuk melengkapi portofolio bisnis BALAD Grup yang sebelumnya fokus pada perikanan budidaya.
“Saya merasa langkah saya membawa BALAD Grup untuk berusaha di perikanan budidaya sudah paripurna,” ujar HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, pendiri BALAD Grp dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/03).
Sebelumnya, BALAD Grup telah sukses mengembangkan bisnis perikanan budidaya dengan fokus pada komoditas unggulan yang dikenal dengan istilah LOKETARU, meliputi lobster, kerapu, kerang, kepiting, teripang, anggur laut, rajungan, rumput laut, dan udang.
Dengan ekspansi ini, BALAD Grup mendirikan perusahaan induk baru, PT. Deva Matsya Samudera Grup (DEMARA Grup), yang akan menjadi tandem dalam menjalankan bisnis perikanan tangkap. DEMARA Grup akan fokus pada sembilan komoditas unggulan yang dirangkum dalam satu kata, GUNAKAMIKATOBARISO, yaitu gurita, tuna, kakap, cumi, cakalang, tongkol, bawal, tenggiri, dan sotong.
“Setelah saya analisa, saya masih belum maksimal mengantar BALAD Grup menjadi Bandar Laut Dunia jika hanya berusaha di perikanan budidaya. Maka saya putuskan untuk mengantar dan membawa BALAD Grup untuk menyempurnakan usaha di laut dengan membuka usaha perikanan tangkap,” jelasnya.
BALAD Grup akan menjalankan bisnis perikanan tangkap di gugusan Teluk Kangean dan wilayah Indonesia Timur, meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua. Perusahaan menargetkan untuk menjadi pemain utama dalam industri perikanan tangkap dunia.
“Usaha perikanan tangkap BALAD Grup – DEMARA Grup juga akan dimulai di gugusan Teluk Kangean dan Indonesia Timur,” ungkapnya.
Ekspansi ini menandai langkah besar BALAD Grup dalam memperkuat posisinya sebagai perusahaan perikanan terintegrasi. Dengan menggabungkan kekuatan di sektor budidaya dan tangkap, BALAD Grup berpotensi untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri perikanan Indonesia dan dunia.
“Selanjutnya, saya tidak akan lagi membahas tentang usaha perikanan budidaya. Usaha perikanan budidaya BALAD Grup (LOKETARU) berjalan optimal dan terus berproses untuk berbudidaya di area seluas 90.000 ha di gugusan Teluk Kangean: Usaha perikanan budidaya terbesar di dunia,” tegasnya.
BALAD Grup menargetkan dapat menjadi perusahaan perikanan nomor satu di dunia. Dengan pengalaman yang dimiliki, target itu sangat memungkinkan untuk dicapai.
“Demi Allah!!! Bumi aku taklukkan untuk kemanusiaan,” pungkasnya. (pp)