LUBUKLINGGAU- Di balik kesederhanaan rumah-rumah warga di Kelurahan Lubuklinggau Ilir, Sumatera Selatan, tumbuh cerita-cerita kecil tentang harapan yang perlahan menemukan jalannya.
Dari dapur yang dulu hanya mengepul untuk kebutuhan sehari-hari, kini lahir berbagai usaha rumahan yang menjadi sumber penghidupan. Warga yang sebelumnya tak memiliki usaha, mulai berani melangkah. Sementara mereka yang sudah lebih dulu berjualan, kini merasakan geliat baru dalam usahanya.
Melalui Kelompok UMKM Semilir, Semangat UMKM Lubuklinggau Ilir warga tidak lagi berjalan sendiri. Mereka belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Di kelompok ini, batas antara pemula dan pelaku usaha lama perlahan menghilang, digantikan semangat saling menguatkan.
“Dulu ada anggota yang belum punya usaha, sekarang sudah bisa menghasilkan. Yang sudah punya usaha juga makin berkembang,” kata Suryana, Ketua UMKM Semilir, menggambarkan perubahan yang ia saksikan sendiri.
Bagi Triyani, salah satu anggota, perubahan itu terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Pendapatan saya meningkat. Saya juga bisa menambah variasi produk dan menjangkau lebih banyak pelanggan,” ujarnya.
Perjalanan mereka tak selalu mudah. Namun perlahan, usaha-usaha kecil itu mulai menunjukkan hasil. Aneka produk rumahan seperti keripik, kacang bawang, roti kemang hingga tenun songket kini dipasarkan lebih luas, dengan harga yang menjangkau berbagai kalangan.
Melalui program Kelingi Semare Kelurahan Lubuklinggau Ilir Sejahtera dan Mandiri Rame-Rame yang digagas Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan melalui Fuel Terminal Lubuklinggau, para pelaku UMKM mendapatkan pendampingan, pelatihan, hingga penguatan kapasitas usaha.
Program ini tak hanya membantu meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarwarga sesuatu yang menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi berbasis komunitas.
Kini, rata-rata pendapatan anggota UMKM Semilir mencapai sekitar Rp3,8 juta per bulan. Angka yang mungkin sederhana, namun bagi sebagian warga, itu adalah titik balik dari ketidakpastian menuju kemandirian.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberi dampak nyata dan berkelanjutan.
“Melalui UMKM Semilir, masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usaha sebagai fondasi kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Di Lubuklinggau Ilir, perubahan besar memang tidak datang dengan gemuruh. Ia tumbuh pelan dari tangan-tangan yang tekun, dari dapur-dapur sederhana, dan dari keyakinan bahwa usaha kecil pun bisa membawa masa depan yang lebih baik.
Palembang Independen Palembang Independen