Palembang Independen – Ranting Muslimat NU Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, mengikuti proses evaluasi sebagai bagian dari tahapan penetapan sebagai Penyalur Titik Serah (PTS) PT Pupuk Indonesia. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menilai kesiapan kelembagaan, administrasi, sarana pendukung, serta kemampuan operasional ranting dalam menjalankan fungsi penyaluran pupuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Senin (6/7/2026).
Keikutsertaan Ranting Muslimat NU Desa Bitis dalam proses evaluasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran Muslimat NU dalam mendukung distribusi sarana produksi pertanian sekaligus memperluas pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengelolaan usaha yang produktif, profesional, dan berkelanjutan.
Apabila dinyatakan memenuhi persyaratan, Ranting Muslimat NU Desa Bitis diharapkan menjadi mitra PT Pupuk Indonesia sebagai Penyalur Titik Serah (PTS) yang mampu memberikan pelayanan penyaluran pupuk secara efektif, tepat sasaran, dan akuntabel, khususnya bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani lainnya di Desa Bitis serta wilayah sekitarnya. Kehadiran PTS ini diharapkan dapat mempermudah akses petani terhadap sarana produksi pertanian, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua PW Muslimat NU Sumatera Selatan, Hj. Dra. Choiriyah Tajudin, M.Hum., menyampaikan harapannya agar perempuan memperoleh ruang dan peran yang lebih besar dalam pembangunan sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus agen pemberdayaan masyarakat.
“Perempuan merupakan sekitar separuh dari jumlah penduduk Indonesia. Pengalaman mereka dalam mengelola ekonomi rumah tangga telah membentuk ketelitian, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang tinggi dalam mengelola keuangan dan usaha produktif. Potensi tersebut perlu terus diperkuat agar perempuan tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Muslimat NU dalam sistem distribusi sarana produksi pertanian merupakan bagian dari visi besar organisasi untuk membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi perempuan yang terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran. Dengan demikian, perempuan Muslimat NU diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. (*)
Palembang Independen Palembang Independen