Banner Muba

PALEMBANG- Jatuh, bangun, jatuh lagi, hingga ke titik tidak punya apa-apa. Itulah yang dialami Sri Ratna, pendiri Songket Permata. Di saat paling terpuruk, ketika hampir kehilangan harapan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mengulurkan tangan, memberikan kesempatan kembali, mengikutsertakan dalam pameran, dan membantu membangun kembali kepercayaan diri.

Sri Ratna kembali bangkit bersama rekan seperjuangan, seorang janda beranak satu, melalui Songket Permata yang didirikan pada 2012 di Indralaya, Ogan Ilir. Nama Songket Permata diambil dari makna nama Sri Ratna sebagai simbol harapan dan doa orang tua.

“Permata adalah singkatan dari Perusahaan Madlan Talang Aur, cita-cita ayah untuk membangun usaha yang mengingat asal-usul dan mendukung para penenun sebagai penopang ekonomi keluarga. Makna inilah yang menjadi doa orang tua dan harapan agar pengrajin songket di Sumsel terus bertahan,” ujar Sri.

Proses pembuatan songket memakan waktu sekitar satu bulan dengan unggulan pewarna alam yang ramah lingkungan karena hampir 90 persen tidak menghasilkan limbah berbahaya. Produk Songket Permata dipasarkan dengan harga Rp100 ribu hingga Rp2.5 juta, dengan penghasilan yang masih fluktuatif di kisaran Rp10 juta hingga Rp40 juta per bulan.

Perjalanan Songket Permata penuh jatuh bangun hingga titik terendah, sebelum Sri Ratna bangkit melalui pendampingan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang memperluas pemasaran dan jejaring usaha.

“Di titik terendah saya hampir menyerah karena sudah tidak punya apa – apa, tetapi dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel membuat saya kembali percaya diri, bangkit, dan terus berjuang untuk masa depan anak-anak dan lingkungan,” ujar Sri.

Songket Permata kini mempekerjakan empat warga sekitar Indralaya, termasuk janda beranak satu sebagai pengrajin, sekaligus menjadi ruang bangkit bersama bagi para perempuan yang terus berjuang memperbaiki kehidupan. Meski penghasilan masih fluktuatif, Sri Ratna tetap berbagi ilmu tentang songket dan pewarna alam di berbagai festival untuk menjaga kelestarian tradisi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Songket Permata adalah bukti nyata bahwa pendampingan berkelanjutan dapat membantu UMKM bangkit dari keterpurukan.

“Sri bangkit dari titik terendah melalui pendampingan berkelanjutan. Yang membanggakan, ia tumbuh bersama sesama janda, melestarikan pewarna alam ramah lingkungan, dan menciptakan dampak berlapis bagi UMKM, perempuan, dan lingkungan,” ujar Rusminto.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *