Banner Pemkab Banyuasin
Manfaatkan Daun Kering di Kebun Raya Tuatunu Menjadi Kompos Berkelanjutan
Pelatihan bertema “Strategi Pemanfaatan Daun Berguguran di Musim Kemarau Menjadi Kompos Berkelanjutan” ini diikuti 23 peserta dari Kelompok Kebun Raya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kegiatan menghadirkan Ketua Kelompok Sahabat Farm, Didik Sugianto, sebagai narasumber untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan sampah organik.

Manfaatkan Daun Kering di Kebun Raya Tuatunu Menjadi Kompos Berkelanjutan

PANGKALPINANG– Daun berguguran yang menumpuk di kawasan Kebun Raya Tuatunu, terutama saat musim kemarau, berpotensi diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi pemeliharaan tanaman. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal Pangkal Balam menghadirkan sarana pengomposan dan pelatihan pengolahan daun kering pada Selasa (6/10).

Pelatihan bertema “Strategi Pemanfaatan Daun Berguguran di Musim Kemarau Menjadi Kompos Berkelanjutan” ini diikuti 23 peserta dari Kelompok Kebun Raya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kegiatan menghadirkan Ketua Kelompok Sahabat Farm, Didik Sugianto, sebagai narasumber untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan sampah organik.

Peserta mempelajari pembuatan mikroorganisme alami sebagai pendukung proses pengomposan sekaligus mempraktikkan pengolahan daun kering menjadi kompos. Untuk mendukung penerapan hasil pelatihan, Pertamina menyediakan tiga unit bak pengomposan dengan kapasitas bahan baku sekitar 180 kilogram per siklus. Berdasarkan perhitungan kapasitas dan karakteristik bahan, pengolahan tersebut diperkirakan menghasilkan rata-rata 120 kilogram kompos matang per siklus.

Didik Sugianto menjelaskan bahwa daun kering yang selama ini terkumpul dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengomposan yang tepat.

“Daun kering yang biasanya hanya dikumpulkan dapat diolah menjadi kompos untuk menyuburkan tanah dan membantu pemeliharaan tanaman. Dengan pengetahuan dan sarana yang tersedia, kami berharap pengelola Kebun Raya Tuatunu dapat menerapkan pengolahan ini secara berkelanjutan,” ujar Didik.

Kompos yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk menyuburkan tanah, mendukung pembibitan, dan memelihara tanaman di Kebun Raya Tuatunu. Dengan demikian, pengelola kawasan memiliki alternatif untuk mengolah limbah organik secara mandiri sekaligus mengurangi material yang perlu dibuang.

Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan antarkelompok binaan Pertamina. Pengalaman Kelompok Sahabat Farm dalam mengelola sampah organik dibagikan kepada pengelola Kebun Raya Tuatunu agar praktik pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan kawasan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pengelolaan lingkungan perlu didukung oleh pengetahuan, sarana, dan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Daun berguguran yang ada di sekitar kita dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat jika dikelola dengan tepat. Melalui penyediaan sarana dan berbagi pengetahuan, kami berharap pengelola Kebun Raya Tuatunu dapat mengolah limbah organik menjadi kompos yang mendukung pemeliharaan tanaman sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Rusminto.

About Redaksi Palembangindependen.com

Check Also

Perkuat Pemasaran Kelompok Binaan melalui Pelatihan Digital di Pangkal Balam

PANGKALPINANG- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memperkuat kemampuan pemasaran kelompok binaan melalui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *