Banner Pemkab Banyuasin
Dorong Ekonomi Warga Pangkalpinang, Kelor dan Rosella Diolah Jadi Produk Herbal Bernilai Jual
Program yang dikemas dalam kegiatan pelatihan pemanfaatan kelor dan rosella sebagai teh herbal itu digelar di Kelurahan Bukit Besar, Kota Pangkalpinang.

Dorong Ekonomi Warga Pangkalpinang, Kelor dan Rosella Diolah Jadi Produk Herbal Bernilai Jual

PANGKALPINANG- Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal terus diperkuat oleh PT Pertamina Patra Niaga. Melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam, perusahaan tersebut mendorong pemanfaatan tanaman kelor dan rosella menjadi produk teh herbal bernilai ekonomi guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program yang dikemas dalam kegiatan pelatihan pemanfaatan kelor dan rosella sebagai teh herbal itu digelar di Kelurahan Bukit Besar, Kota Pangkalpinang, Kamis (25/6). Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan program pendampingan yang telah dijalankan sejak 2024 melalui pembentukan Kelompok Sahabat Kreatif sebagai wadah pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal.

Sebanyak 15 peserta mengikuti pelatihan yang menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pangkalpinang. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah daun kelor dan bunga rosella menjadi teh herbal yang memenuhi standar keamanan pangan, sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan kelor dan rosella memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional apabila diolah secara tepat.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mengenal kelor dan rosella sebagai tanaman pekarangan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi teh herbal yang aman, berkualitas, dan memiliki nilai tambah. Potensi lokal ini dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujar Yiyi.

Ketua Kelompok Sahabat Kreatif, Berna, menyebut pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi anggotanya dalam mengembangkan produk berbasis bahan baku lokal.

“Kami kini memahami cara mengolah kelor dan rosella menjadi teh herbal yang lebih berkualitas dan memiliki nilai jual. Kami berharap ini dapat menjadi peluang usaha baru bagi kelompok,” kata Berna.

Sebagai tindak lanjut, Kelompok Sahabat Kreatif akan melakukan penanaman kelor dan rosella secara berkelanjutan guna menjamin ketersediaan bahan baku. Hasil panen nantinya akan diolah menjadi produk teh herbal yang dipasarkan melalui koperasi, platform digital, dan penjualan langsung kepada masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat mampu melihat potensi di sekitarnya sebagai sumber manfaat yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi kesehatan. Melalui pendampingan berkelanjutan, kami berharap Kelompok Sahabat Kreatif dapat tumbuh mandiri dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya,” ujar Rusminto.

About Redaksi Palembangindependen.com

Check Also

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ulurkan Tangan, Bantu Korban Kebakaran di Jawa Kanan SS

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ulurkan Tangan, Bantu Korban Kebakaran di Jawa Kanan SS

PALEMBANG- Harapan mulai tumbuh di tengah duka yang menyelimuti warga Jalan Maluku, RT 04, Kelurahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *