Banner Pemkab Banyuasin
SMA Negeri 12 Palembang Cetak Generasi Siap Kerja dan Wirausaha Lewat PAKAM
Program ini menjadi model pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan kerja dan jiwa wirausaha agar siap menghadapi dunia nyata setelah lulus.

SMA Negeri 12 Palembang Cetak Generasi Siap Kerja dan Wirausaha Lewat PAKAM

PALEMBANG- Di tengah kenyataan bahwa tidak semua lulusan SMA mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, SMA Negeri 12 Palembang menghadirkan terobosan melalui program PAKAM (Prestasi Akademik, Kewirausahaan, dan Kemandirian).

Program ini menjadi model pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan kerja dan jiwa wirausaha agar siap menghadapi dunia nyata setelah lulus.

Kepala SMA Negeri 12 Palembang, Dra. Hj. Purwiastuti Kusumastiwi, M.M., mengatakan lahirnya PAKAM berawal dari evaluasi terhadap kondisi lulusan sekolah. Hasil analisis menunjukkan kurang dari 50 persen lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga sekolah merasa perlu menghadirkan solusi agar seluruh siswa memiliki bekal yang memadai untuk menentukan masa depannya.

“Pertanyaannya, bagaimana anak-anak yang tidak melanjutkan kuliah tetap memiliki kemampuan untuk memperoleh pekerjaan atau bahkan menciptakan usaha sendiri. Dari situlah konsep PAKAM kami kembangkan,” ujar Purwiastuti.

Menurutnya, PAKAM mengusung konsep double track, yakni tetap mempertahankan kualitas akademik sebagai identitas SMA, namun diperkaya dengan pembelajaran keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.

Purwiastuti menegaskan, program tersebut tidak menggeser fungsi utama SMA sebagai jenjang pendidikan akademik. Sebaliknya, PAKAM menjadi nilai tambah yang memberikan lebih banyak pilihan bagi lulusan.

“Anak-anak tetap kami dorong melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, bagi yang memilih bekerja atau berwirausaha, mereka sudah memiliki keterampilan sebagai modal awal untuk bersaing,” katanya.

Menariknya, seluruh pelatihan dalam program PAKAM dapat diikuti siswa tanpa biaya tambahan karena didukung melalui pendanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan pemerintah. Dengan demikian, seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh keterampilan.

Keberhasilan implementasi PAKAM menjadikan SMA Negeri 12 Palembang sebagai pilot project yang kemudian mendapat perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Konsep tersebut kini mulai diadopsi sebagai salah satu model pengembangan pendidikan SMA di tingkat provinsi.

Untuk memperkuat implementasi program, sekolah juga membangun kolaborasi dengan berbagai mitra, di antaranya Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI), SMK Negeri 5 Palembang, SMK Negeri 6 Palembang, serta sejumlah perusahaan di Sumatera Selatan. Melalui kemitraan itu, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Beragam kompetensi yang diajarkan pun mengikuti perkembangan zaman, mulai dari desain grafis, digital marketing, hingga keterampilan kewirausahaan yang dinilai memiliki prospek besar di era ekonomi digital.

Tidak berhenti pada proses pembelajaran di sekolah, SMA Negeri 12 Palembang juga tengah menyiapkan langkah lanjutan dengan menjajaki komunikasi bersama kementerian terkait agar lulusan memiliki akses penyaluran kerja melalui jalur resmi, termasuk peluang bekerja di luar negeri.

“Kami ingin lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi, pengalaman, dan kepercayaan diri untuk menentukan masa depan mereka,” kata Purwiastuti.

Program PAKAM pun mendapat sambutan positif dari para siswa. Ketua OSIS SMA Negeri 12 Palembang, Belinda Mutiara, menilai program tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi siswa SMA untuk mengembangkan keterampilan tanpa harus mencari pelatihan di luar sekolah.

“PAKAM membuat kami memiliki lebih banyak pilihan setelah lulus. Kami bisa melanjutkan kuliah, bekerja, berwirausaha, bahkan menggabungkan kuliah sambil bekerja karena sudah memiliki bekal keterampilan,” ujar Belinda.

About Redaksi Palembangindependen.com

Check Also

Rail Clinic KAI Sambangi Merapi Lahat, Bisa Cek Kesehatan hingga Mata Gratis

Rail Clinic KAI Sambangi Merapi Lahat, Bisa Cek Kesehatan hingga Mata Gratis

LAHAT- Warga di sekitar Stasiun Merapi, Kabupaten Lahat, dapat layanan kesehatan gratis dari PT Kereta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *